Blog Fikih Islam

Catatan Fikih, Ushul, dan Turats Pesantren

IBNU MALIK



Sedikit penulis menuturkan biografi pengarang Nadhom Al-Fiah Ibnu Malik yang sangat Historis dikalangan umat islam, khusus-nya pada fan Ilmu Nahwu & shorof.
Jamaluddin Muhammad adalah Nama pengarang Nadhoman Al-Fiah yang Masyhur “Al-fiah Ibnu Malik” , beliau putra dari Abdullah dan kakek dari Abdulloh (sebagaimana banyak terjdi  dikalangan Arab persamaan nama antara anak dengan bapak, bahkan putra dari syekh Jamaluddin pun bernama Abdullah)  putra dari Malik. Syarah Ibnu A’qil A’la Al-fiah pada pembukaan-nya menyebutkan “huwa Jamaluddin muhammad bin A’bdillah bin a’bdillah bin malik al-imam al-a’lamah al-whadu tho’i al-jiyani al-maliki hina kana bil- maghrab As-syafi’i hina intaqola ila al-masyraq” dia adalah Syekh Jamaluddin Muhammad  yang A’lim lagi A’lamah putra dari Abdillah putra-nya Abdillah dan canggah dari Malik yang bermadhab Malikiyah ketika dibumi Andalusia bagian barat dan bermadhab Syafi’iyah ketika pindah di Andalusia bagian timur .

Ibnu Malik dilahirkan ditanah Andalusia pada tahun 600H dan wafat pada tahu 672H. Selama di Damskus Ibn Malik belajar kapada Abi Shodiq hasan Ibn Shobah, Abi Hasan As-sakhowi dan beberapa ulamak yang lain.
Ibnu Malik selain merintis Nadhoman Al-Fiah Ibnu Malik juga menulis banyak sekali kitab, diantara-nya sbb:


الإعتضاد في الفرق بين الظاء و الضاء.
الإعتماد في نظائر الظاء والضاء.
الأفعال و تصريفها
إكمال الإعلام بمثلث الكمال
ألف الإبدال
ألفية في النحو منظومة
إيجاز التعريف شرح ضروري التصريف له
بغية الأريب وغنية الأديب في الأوصول
بلغة ذوي الخصاصة في شرح الخلاصة
تحفة المودود في المقصور والممدود
تسهيل الفوائد وتكميل المقاصد في النحو وخلاصة الشافية
التصريف
التعريف شرح الضروري التصريف
حوز المعاني في إختصار حرز الأماني
السبك المنظوم وفك المختوم في حل الموصول
شرح الإعتضاد له
شواهد التوضيح والتصحيح لمشكات الجميع الصحيح للبخاري
الضرب في معرفة لسان العرب
ضروري التصريف
عدة الحافظ وعمدة اللافظ في النحو
العروض
فتاوي في العربية
الفوائد في النحو
قصيدة دالية في القرأت
كافية الشافية في النحو
لامية الأفعال
المثلث في النحو
مقدمة الأسدية في النحو
لامية الأفعال
المنهاج الجبلي في شرح قانون الجزولي
المو صل في شرح المفصل للزمخشري
النظم الأوجز فيما يهمز ومالا يهمز
نظم الفوائد له
الوافية في شرح الكافية لة

AL-FIAH (NADHOM KE-12)



سواهما الحرف كهل وفي ولم ÷ فعل مضارع يلي لم كيشم

Selain isim & fi’il, bagian kalimah yang ke-III yaitu kalimah Huruf spt hal, fii dan lam.
Adapun fi’il dibagi menjadi 3 yaitu fi’il Madli, fi’il Mudlori’ & fi’il Amar. Sedangkan alaamat dari fi’il Mudlori’ adalah dapat dimasuki huruf lam spt lafadz lam yasyam      (لم يشم)

Penjelasan :
Kalimah Huruf dapat dibedakan(almat kalimah huruf) dengan Isim & Fi’il adalah tdk bisnya dimsuki alamah isim ataupu huruf. Kemudian penulis memberikan contoh dari kalimah huruf  , هل  في , لم  disini menunjukkan bahwa kalimah huruf dibagi menjadi 2bagian yaitu Mukhtash & Ghoiru Mukhtash.
Contoh dari huruf istifhamiah hal (هل )untuk kalimah huruf yang ghoiru mukhtash, sedangkan fii  في)) & lam  لم ) ) untuk kalimah huruf yang Mukhtash.
Kalimah huruf yang Mukhtash  ada 2macam yaitu : Mukhtash untuk Isim & Mukhtash Untuk Fi’il. Mukhtash untuk Isim penulis men contoh kan huruf jar fii  في ) ) spt contoh : زيد في الدارِ  (Zaid sedang didalam rumah), sedangkan yang Mukhtash untuk fi’il men contoh kan ‘ami nawashib lam ( لم ) spt contoh :  لم يقمْ زيد (Zaid tdk berdiri).
Nb : Mukhtash : Khusus.
         Ghoiru Mukhtash : tdk khusus (umum).
Setelah itu penulis menambahkan keterangan bahwa fi’il dibagi menjadi 3 yaitu : Fi’il Madli, Fi’il Mudlori’ & Fi’il amar. Adapun Alamat dari Fi’il Mudlori’ adalah dapat dimsuki amil Nawashib  لم ) ).
spt contoh :  لم يشمْ , لم يضربْ.

AL-FIAH (NADHOM KE-11)


بتافعلت وأتت , ويا افعلي * ونون  أقبلنّ - فعل ينجلي
Dengan ta'nya lafadh fa'alta dan atat, ya'nya lafadh if'ali, nunnya lafadh aqbilanna maka kalimat dapat diketahui bahwa kalimat tersebut kalimat fiil.
(PENJELASAN)

Kiyai Mushonif menjelaskan bahwa sesungguhnya fiil dapat dibedakan dengan isim/huruf dengan ta'nya lafadh fa'alta yang dimaksud ta'nya lafadh fa'alta adalah ta' fail, yaitu ketika didhomah untuk dhomir mutakallim spt contoh : فعلت ,ketika fathah untuk dhomir mukhotob spt contoh : تباركتَ ,dan dikasroh untuk dhomir Mukhotobah spt contoh : فعلت

Selain itu dapat dibedakan pula antara kalimat fiil dengan isim/huruf dengan ta'nya lafadh atat, yang dimaksud  dengan ta'nya lafadh atat disini adalah ta'ta'nits sakinah (ta' yang disukun untuk kalimat yang menunjukkan perempuan). spt contoh : نعمت dan بئست .
Ta' ta'nits ketika masuk pada kalimat isim & huruf tdk diharokati dengan dengan sukun akan tetapi diharokati dengan ketentuan I'rob.
 spt contoh ta'ta'nits yang terdapat pada isim :

 هذه مسلمةٌ               ketika jatuh pada I'rob Rofa'.
رأيت مسلمةً   ketika jatuh pada I'rob Nashob.
مررت بمسلمة ketika jatuh pada I'rob Jar.
contoh ta'ta'nits yang masuk pada huruf :
لاتَ, ربتَ, ثمتَ 
kemudian selain dua Alamat(ciri-ciri) diatas kalimat fiil juga dapat dibedakan dengan ya'nya lafadh if'ali (ya'failah). ya'nya lafadh if'ali tdk bisa dikatakan ya'dhomir karena ya'dhomir dapat masuk pada kalimat isim dan huruf.
spt contoh :
إضربي
Alamat (ciri-ciri) kalimat fiil selanjutnya adalah nunnya lafadh aqbilanna yaitu nun taukid. Nun taukid ada 2macam yaitu : nun taukid khofifah & nun taukid tsaqilah.
spt contoh :
لنسفعاً بالناصية  nun taukid khofifah
لنخرجنّك ياشعيب nun taukid tsaqilah
kesimpulan:
Alamat ,tanda atau ciri-ciri kalimat fi'il ada 4 yaitu ketika dijumpai/ketemu dengan (1) ta' fa'il (2) ta' ta'nits tsakinah (3) ya' failah (4) nun taukid.