Blog Fikih Islam

Catatan Fikih, Ushul, dan Turats Pesantren

73 FIRQOH DALAM ISLAM


Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin karangan Mufti Syekh Abdurrahman bin Muhammad Bin Husain bin Umar yang Masyhur dengan sebutan Ba'alawi, cetakan Maktabah Amin Abdul Majid kairo {Mesir} tahun 1960/1381H,Halaman :398,Bahwa 72Firqoh yan sesat itu bertumpu pada 7Firqoh, Yaitu:

1. Faham Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak mengakui Khalifah Rasyidin yang lain seperti Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, Khalifah Umar Ibnu Khattab dan Khalifah Utsman bin Affan. Kaum Syi’ah terpecah menjadi 22 aliran, termasuk di antaranya adalah Kaum Bahaiyah dan Kaum Ahmadiyah Qad-yan.

2. Faham Khawarij, yaitu kaum kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina Ali bin Abi Thalib, bahkan di antaranya ada yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij terpecah menjadi 20 aliran.

3. Faham Mu’tazilah, yaitu kaum yang berfaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam surga, orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad SAW hanya dengan roh saja, dll. Kaum Mu’tazilah terpecah menjadi 20 aliran, termasuk di antaranya adalah Kaum Qadariyah.

4. Faham Murjiah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat maksiat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat jika sudah beriman, sebaliknya membuat kebaikan dan kebajikan tidak bermanfaat jika kafir. Kaum ini terpecah menjadi 5 aliran.

5. Faham Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yaitu dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah terpecah menjadi 3 aliran.

6. Faham Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.

7. Faham Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik dan turun tangga dll. Kaum ini hanya 1 aliran saja. Kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan ini, dan Kaum Wahabi adalah termasuk kaum pelaksana dari faham Ibnu Taimiyah.

Jika ditambah dengan 1 aliran lagi yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah maka menjadi 73 firqah, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits Imam Tarmidzi

FOTO CARA SHOLAT

no:2







posisi sholat yang benar

HUKUM BELAJAR AGAMA TANPA GURU

Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, di antaranya adalah digitalisasi media cetak maupun elektronik. Perkembangan teknologi ini mempermudah segala bidang kehidupan tak terkecuali bidang agama. Proses pembelajaran agama sekarang dipermudah dengan adanya software dan hardware seperti kitab – kitab elektronik baik kitab lampau (klasik) ataupun kontemporer, ditemukan pula berbagai perangkat elektronik seperti perangkat untuk belajar membaca Al-Qur’an, bahasa arab dsb. Dengan kemudahan – kemudahan ini masyarakat awam pun menjadi bersemangat dalam menggali dan mempelajari agamanya. Namun seiring berjalannya waktu ada sebagian masyarakat yang menjauhi majelis – majelis ilmu dan mengatakan bahwa belajar agama tak perlu lagi berguru lewat ulama (Kyai, Ustadz  dsb) singkatnya mereka belajar secara otodidak).
Pertanyaan :

  1. Jelaskan otoritas (kewenangan) dan urgensi (peran) Ulama dalam sistem transfer ilmu di dunia islam (misalnya pesantren) ?
  2. Jelaskan dengan detail dan komprehensif  tentang pentingnya sanad guru (Kyai, Ustadz )?
  3. Bolehkah kita belajar agama secara otodidak ?

Rumusan Jawaban :

  1. Ulama punya otoritas penuh untuk mentransfer ilmu pada umat manusia dan berperan sebagai warotsatul  anbiya’, murobbi, mu’allim, muqri’, dan penyalur asror.
 
1.  المجموع - (ج 1 / ص 30)
وينبغى أن يرغبه في العلم ويذكره بفضائله وفضائل العلماء وأنهم ورثة الانبياء صلوات الله وسلامه عليهم ولا رتبة في الوجود أعلى من هذه
2. تفسير حقي - (ج 15 / ص 13)
ولابد فى سلوك طريق الحق من ارشاد استاذ حاذق وتسليك شيخ كامل مكمل حتى تظهر حقيقة التوحيد بتغليب القوى الرحانية على القوى الجسمانية
3. خزينة الأسرار- ص 16
وقال الشيخ أبو علىّ الدقاق : لو أن رجلا يوحى إليه ولم يكن له شيخ لا يجيئ منه من الأسرار
4. كتاب حق التلاوة ص 46
فعلى قارئ القرآن ان يأخذ قرائته على طريق التلقّى و الإسناد عن الشيوخ الآخذين عن شيوخهم كى يصل الى تأكد من أن تلاوته تطابق ما جاء عن رسول الله صلى الله عليه و سلم
 
B. Sanad guru agama itu penting sebagai pertanggungjawaban ilmu yang di ajarkan dan orisinalitas ilmu. Adapun mengambil ilmu dan mengajarkannya dari kitab – kitab mu’tabaroh di bolehkan tanpa ada sanad yang sambung pada mushonif kitab dengan syarat memiliki kemampuan untuk itu.
1. شرح النووي على مسلم - (ج 1 ص 25)
...عبدَ الله بن المبارك يقول الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
2. تحفة المحتاج في شرح المنهاج  - (ج 1 / ص 149)
( تنبيه ) ما أفهمه كلامه من جواز النقل من الكتب المعتمدة ونسبة ما فيها لمؤلفيها مجمع عليه وإن لم يتصل سند الناقل بمؤلفيها نعم النقل من نسخة كتاب لا يجوز إلا إن وثق بصحتها أو تعددت تعددا يغلب على الظن صحتها أو رأى لفظها منتظما وهو خبير فطن يدرك السقط والتحريف فإن انتفى ذلك قال وجدت كذا أو نحوه
3. الإتقان للسيوطي - (ج 1 / ص 123)
فائدة ثانية الإجازة من الشيخ غير شرط في جواز التصدي على الإقراء والإفادة فمن علم من نفسه الأهلية جاز له ذلك وإن لم يجزه أحد وعلى ذلك السلف الأولون والصدر الصالح وكذلك في كل علم وفي الإقراء والإفتاء خلافاً لما يتوهمه الأغبياء من اعتقاد كونها شرطاً 
 
C. Boleh belajar agama secara otodidak dari kitab – kitab mu’tabaroh kecuali belajar membaca al qur’an harus melalui guru yang memiliki sanad shohih muttashil sampai Rosulullah.
 
1. الأشباه و النظائر للسيوطى ص 189-190
وقال ابن عبد السلام: أما الاعتماد على كتب الفقه الصحيحة الموثوق بها فقد اتفق العلماء في هذا العصر على جواز الاعتماد عليها والاستناد إليها لأن الثقة قد حصلت بها كما تحصل بالرواية ولذلك اعتمد الناس على الكتب المشهورة في النحو واللغة والطب وسائر العلوم لحصول الثقة بها وبعد التدليس
2. كتاب حق التلاوة ص 46
فعلى قارئ القرآن ان يأخذ قرائته على طريق التلقّى و الإسناد عن الشيوخ الآخذين عن شيوخهم كى يصل الى تأكد من أن تلاوته تطابق ما جاء عن رسول الله صلى الله عليه و سلم
  link asal : situs resmi pon-pes Al-Munawiri (Krapyak-Jogjakarta)

DAGING QURBAN UNTUK NON MUSLIM

Pembaian daging Qurban untuk non muslim hanya untuk non muslim yang Faqir.

وخرج بقيد المسلمين غيرهم فلا يجوز إطعامهم منها كما نص عليه في البويطي ووقع في المجموع جواز إطعام فقراء أهل الذمة من أضحية التطوع دون الواجبة وتعجب منه الاذرعي.
(الإقناء ج:2,ص:584)

Pengecualian pada batasan pembagian daging Qurban untuk orang muslim.
kyai mushonif (kitab Al-Iqna’) mengecualikan pemb

aian qurban untuk selain orang muslim, Maka tdk boleh membagi (memberikan) Qurban untuk non muslim, sebagaimana keteranan pada kitab Al-Buyuthi.

Sedangkan dalam kitab Majmu’nya Imam Nawawi diterankan kebolehan membagi (memberikan daging qurban) untuk orang faqir kafir dhimmi dari qurban tathowwu’ bukan qurban wajib (qurban Nadar) dan Al-Adro’i menyatakan keheranan tentang keterangan ini.
Ibaroh dari majmu'nya Imam Nawawi.

(التاسعة) قال ابن المنذر أجمعت الامة على جواز اطعام فقراء المسلمين من الاضحية واختلفوا في اطعام فقراء أهل الذمة فرخص فيه الحسن البصري وأبو حنيفة وأبو ثور * وقال مالك غيرهم أحب الينا وكره مالك أيضا إعطاء النصراني جلد الاضحية أو شيئا من لحمها وكرهه الليث قال فان طبخ لحمها فلا بأس بأكل الذمي مع المسلمين منه هذا كلام ابن المنذر ولم أر لاصحابنا كلاما فيه ومقتضى المذهب أنه يجوز إطعامهم من ضحية التطوع دون الواجبة والله أعلم
(المجموع ,ج:8,ص:425)

DOA QUNUT & QUNUT NAZILAH


(وجهر به) أي القنوت، ندبا، (إمام) ولو في السرية، لا مأموم لم يسمعه ومنفرد فيسران به مطلقا، (وأمن) جهرا (مأموم) سمع قنوت إمامه للدعاء منه.
Cara membaca doa Qunut:
Dan sunah dibaca keras untuk Bacaan Doa Qunut untuk Imam walaupun pada pelaksanaan sholat Sariyah (sholat pada siang Hari/ tdk malam). Kesunhan membaca jahr tdk untuk Makmum yang tdk mendengar doa Qunut Imam atau sholat Munfaid, Maka untuk makmum & Munfarud disunahkan membaca doa Qunut dengan sariyyah (tdk keras).
Adapun untuk Ma’mum yang mendengar bacaan Qunut Imam disunahkan Membaca Amiin (mengamini doa Qunut Imam).
(Fathul Muin ,Juz:1, Hal:189)
(قوله: وجهر به، أي القنوت) لا فرق فيه بين قنوت الصبح وغيره، من قنوت النازلة وقنوت آخر الوتر من نصف رمضان ويجهر به أيضا في المؤداة والمقضية.
I’nah sarah Fathul mu’in.
Sunah membaca Jahr pada Doa Qunut tdk ada perbedaan bagi Qunut sholat subuh & lainnya, termasuk Qunut Nazilah & Qunut akhir sholat witir dari separo bulan Romadhon.
(قوله: ولو في السرية) أي يجهر به مطلقا، في الصلاة الجهرية والسرية - كما في قنوت النازلة - في
الظهر والعصر.
(walaupun pada pelaksanaan sholat yang bersifa As-Sariyah) Maksudnya mutlak dibaca keras baik pada solat yang Jahr (mengearaskan bacaan) ataupun As-Saiyah (melirihkan bacaan) spt membaca Qunut Nazilah pada sholat Dzuhur &Ashar. Dan juga dibaca Jahr (keras) pada sholat Ada’ataupun Qodho’.

GELU


(و) بعد الفراغ من وضع الميت في لحده (ينصب عليه اللبن) بفتح اللام وكسر الباء على الاصح جمع لبنة وهو ما يعمل من طين وتبن وهو أفضل ما يسد به. لما روي: أنه صلى الله عليه وسلم ألحد ابنه إبراهيم ونصب اللبن على لحده.
الثمر الداني لئبى الأزهري ج:1,ص:175

Dan setelah meletakkan jenazah pada lubang lahad (diletakkan Batu bata) lafadh Al-Labin  adalah bahasa Arab yang artinya (gelu),jamak dari lafadh labinatun dibaca fathah huruf lamnya dan huruf ba’nya dikasroh menurut Qoul yang benar. Batu bata,terbuat dari (thin) Tanah liat & (tibnin) Jerami.Batu bata (Al-Labin) lebih utama untuk meluruskan (posisi) mayit. Pemakaian Al-Labin ini berdasarkan suatu riwayat bahwa sesungguhnya Nabi shollolohu ‘alaihi wasallam meletakkan Al-Labin pada pemakaman putranya Ibrohim.
Maktabah syamilah kitab  At-Tsamr Ad-Danii Ibnu Azhari juz:1,Hal:175

GELAR-GELAR ULAMAK

AL-IMAM
  • Dalam fan fiqh adalah Imam Haromain Abul Ma'ali Abd Malik bin Abi Muhammad Al-Juwaini (419-473H).Beliau menetap di Makkah &Madinah selama 4tahun, oleh karena itu diberi gelar ImamAl-Haromain yang berarti Imam dua tanah Harom.Termasuk murid-murid beliau yang masyhur antara lain Imam Ghozali.sedangkan karya-karya beliau yang masyhur antara lain :Al-Irsyad (fan Fiqh), Nihayatul Mathlab (fan Fiqh), dan Lain-lain.
  • Dalam Ushul fiqh &Mantiq adalah Fakhrudin Muhammad bin Hasan bin Husain Ar-Rozi (543-606H).Beliau dimakamkan ditanah Haroh, sedangkan karya-karya beliau yang masyhur Mafatihul ghoib (fan Tafsir Al-Qur'anulkarim), sarah Al-Isyarot &Lubabul Isyarot (fan Mantiq).
ASY-SYAIKH
  • Dalam fan Fiqh adalah: Abu Isyhaq Ibrohim bin Ali bin Yusuf As-Syairozi  (393-476H). As-Syairozi merupakan lakopan beliau yang dinisbatkan pada daerah Syairoz, sebuah kota besar ditanah Persia. Karya-karya beliau yang masyhur adalah Al-Muhaddzab (fan Fiqh), Al-Luma' beserta sarahnya (fan Usul Fiqh) dan lain-lain.
  • Dalam fan Balaghoh adalah; Abu Bakar Abdl Qodir bin Abdurrohman Al-Jurjani, beliau adalah pencetus ilmu balaghoh & wafat tahun : 417H.
SYAIKHONI
  • Dalam fan Hadits adalah: Al-Imam Al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim Al-Bukhori (194-256H) dan Al-Imam Al-Hafidz Abu Husain bin Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi, An-Nisaburi (174-261H).
  •  DalamFan Fiqh adalah: An-Nawawi (Imam Nawawi)& Ar-Rofi'i (Imam Rofi'i). Imam Nawawi nama lengkap beliau adalah Muhyidin Abu Zakariya Yahya bin Syarof An-Nawawi. Lahir dikota Damaskus-Syiria pada tahun 631H dan wafat
bersambung

AL-FIAH (NADHOM KE-11)


بتافعلت وأتت , ويا افعلي * ونون  أقبلنّ - فعل ينجلي
Dengan ta'nya lafadh fa'alta dan atat, ya'nya lafadh if'ali, nunnya lafadh aqbilanna maka kalimat dapat diketahui bahwa kalimat tersebut kalimat fiil.
(PENJELASAN)

Kiyai Mushonif menjelaskan bahwa sesungguhnya fiil dapat dibedakan dengan isim/huruf dengan ta'nya lafadh fa'alta yang dimaksud ta'nya lafadh fa'alta adalah ta' fail, yaitu ketika didhomah untuk dhomir mutakallim spt contoh : فعلت ,ketika fathah untuk dhomir mukhotob spt contoh : تباركتَ ,dan dikasroh untuk dhomir Mukhotobah spt contoh : فعلت

Selain itu dapat dibedakan pula antara kalimat fiil dengan isim/huruf dengan ta'nya lafadh atat, yang dimaksud  dengan ta'nya lafadh atat disini adalah ta'ta'nits sakinah (ta' yang disukun untuk kalimat yang menunjukkan perempuan). spt contoh : نعمت dan بئست .
Ta' ta'nits ketika masuk pada kalimat isim & huruf tdk diharokati dengan dengan sukun akan tetapi diharokati dengan ketentuan I'rob.
 spt contoh ta'ta'nits yang terdapat pada isim :

 هذه مسلمةٌ               ketika jatuh pada I'rob Rofa'.
رأيت مسلمةً   ketika jatuh pada I'rob Nashob.
مررت بمسلمة ketika jatuh pada I'rob Jar.
contoh ta'ta'nits yang masuk pada huruf :
لاتَ, ربتَ, ثمتَ 
kemudian selain dua Alamat(ciri-ciri) diatas kalimat fiil juga dapat dibedakan dengan ya'nya lafadh if'ali (ya'failah). ya'nya lafadh if'ali tdk bisa dikatakan ya'dhomir karena ya'dhomir dapat masuk pada kalimat isim dan huruf.
spt contoh :
إضربي
Alamat (ciri-ciri) kalimat fiil selanjutnya adalah nunnya lafadh aqbilanna yaitu nun taukid. Nun taukid ada 2macam yaitu : nun taukid khofifah & nun taukid tsaqilah.
spt contoh :
لنسفعاً بالناصية  nun taukid khofifah
لنخرجنّك ياشعيب nun taukid tsaqilah
kesimpulan:
Alamat ,tanda atau ciri-ciri kalimat fi'il ada 4 yaitu ketika dijumpai/ketemu dengan (1) ta' fa'il (2) ta' ta'nits tsakinah (3) ya' failah (4) nun taukid.

MENGUSAP MUZAH

Mengusap muzah (sepatu ) ketika berwudlu diperbolehkan dengan tdk usah mencopot Muzah tersebut.
seperti penjelasan sbb:
At-tadhhib 27-28

: فصل: والمسح على الخفين جائز بثلاثت شرائط
أن يبدئ لبسهما بعد كمال  الطهارة وأن يكونا ساترين لمحال غسل الفرض من القدمين  وأن يكونا ممن يمكن المشيئ عليهما
(FASAL) Mengusap sepatu sebagai ganti membasuh kaki hukumnya boleh dengan 3syarat:
  1. Pemakaian kedua sepatu (muzah) setelah sempurnanya sesuci (thoharoh). yang dimaksudkan disini pemakaian kedua sepatu (muzah) dalam keadan suci dari hadats kecil atau besar
  2. keadaan kedua sepatu (muzah) menutupi seluruh anggota yang dibasuh dalam berwudlu (kaki)
  3. keadaan kedua sepatu (muzah) memungkinkan untuk perjalanan jarak jauh (kuat untuk perjalanan)jarak jauh.
Adapun sarat ketentuan bagi orang yang mukim boleh hanya mengusap sepatu (muzah) hanya sehari-semalam sedangkan bagi musafir (orang yang bepergian) dengan jarak -+84km  diperbolehkan mengusap sepatu (muzah) selama 3hari 3malam.
sebagaiman kelanjutan keterangan dari kitab Tadhhib.
 ويمسح المقيم يوما وليلة والمسافر ثلاثة أيام بليالهن

MAKNA MUHAMMAD

Makna Nama (Muhammad) Rosululloh SAW:

 محمد علم على نبينا صلى الله عليه وسلم منقول من اسم مفعول الفعل المضعف سمى به بإلهام من الله تعالى بأنه يكثر حمد الخلق له لكثرة خصاله الحميدة كما روى في السير أنه قيل لجده عبد المطلب وقد سماه في سابع ولادته لموت أبيه قبلها: لم سميت ابنك محمدا وليس من أسماء آبائك ولا قومك ؟ قال رجوت أن يحمد في السماء والارض وقد حقق الله تعالى رجاءه كما سبق في علمه
Nama Muhammad adalah pengertian atas nabi kita shollollohu 'alaihi wasallam yang diucapkan dari kejadian ismim Maf'ulnya fiil bina' mudho"af (mengikuti wazan maf'ulun). Dikatakan demikian disebabkan Beliau mendapatkan Ilham dari Alloh ta'ala bahwa banyak sekali makhluk  yang memujinya dikarenakan tingkahnya yang terpuji.
Riwayat yang mengatakan bahwa pada saat meninggalnya bapak Rosululloh ada orang bertanya kepada kakeknya, yang pada waktu itu Rosululloh berumer 7tahun.
"kenapa engkau memberi nama Anakmu (cucu maksudnya Red) Muhammad padahal nama Muhammad bukanlah nama bapak-bapak kamu & kaum-kaum kamu?" 
lalu Abdul Mutholib menjawabnya!
"saya mengharapkan untuk memuji pada yang di langit & di bumi dan sesungguhnya Alloh ta'laa berhak atas harapan itu sebagaimana ketetapan sebelumnya pada maha tahunya.
(Al-iqna' hal:8)

wallohu a'lam 

HUKUM WANITA BERJILBAB ( MENUTUP AURAT )

Telah menjadi suatu ijma' bagi kaum Muslimin di semua negara dan di setiap masa pada semua golongan fuqaha, ulama, ahli-ahli hadits dan ahli tasawuf, bahwa rambut wanita itu termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di hadapan orang yang bukan muhrimnya.

Adapun sanad dan dalil dari ijma' tersebut ialah ayat al-Qur'an:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ 
النور31)
 "Katakanlah kepada wanita yang beriman; Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, ..." (QS. an-Nûr: 31).

Maka, berdasarkan ayat di atas, Allah SWT telah melarang bagi wanita Mukminat untuk memperlihatkan perhiasannya. Kecuali yang lahir (biasa tampak). Diantara para ulama, baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut wanita itu termasuk hal-hal yang lahir; bahkan ulama-ulama yang berpandangan luas, hal itu digolongkan perhiasan yang tidak tampak.

Dalam tafsirnya, al-Qurthubi mengatakan, "Allah SWT telah melarang kepada kaum wanita, agar dia tidak menampakkan perhiasannya (keindahannya), kecuali kepada orang-orang tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak."

Ibnu Mas'ud berkata, "Perhiasan yang lahir (biasa tampak) ialah pakaian." Ditambahkan oleh Ibnu Jubair, "Wajah" Ditambah pula oleh Sa'id Ibnu Jubair dan al-Auzai, "Wajah, kedua tangan dan pakaian."
Ibnu Abbas, Qatadah dan al-Masuri Ibnu Makhramah berkata, "Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan dan cincin termasuk dibolehkan (mubah)."

Ibnu Atiyah berkata, "Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai dengan arti ayat tersebut, bahwa wanita diperintahkan untuk tidak menampakkan dirinya dalam keadaan berhias yang indah dan supaya berusaha menutupi hal itu. Perkecualian pada bagian-bagian yang kiranya berat untuk menutupinya, karena darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan."

Berkata al-Qurthubi, "Pandangan Ibnu Atiyah tersebut baik sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di waktu biasa dan ketika melakukan amal ibadat, misalnya salat, ibadat haji dan sebagainya."
Hal yang demikian ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. bahwa ketika Asma' binti Abu Bakar r.a. bertemu dengan Rasulullah SAW, ketika itu Asma' sedang mengenakan pakaian tipis, lalu Rasulullah SAW memalingkan muka seraya bersabda:

"Wahai Asma'! Sesungguhnya, jika seorang wanita sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini ..." (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya).
Dengan demikian, sabda Rasulullah SAW itu menunjukkan bahwa rambut wanita tidak termasuk perhiasan yang boleh ditampakkan, kecuali wajah dan tangan.

Allah SWT telah memerintahkan bagi kaum wanita Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti al-Khimar itu ialah kain untuk menutup kepala, sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadits yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadits manapun.

Al-Qurthubi berkata, "Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup kepala dengan akhmirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah SWT memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya."

Dalam riwayat al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a. telah berkata, "Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah."
Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka.
Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah r.a. lalu berkata, "Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya."

HUKUM APLIKASI AL-QUR'AN


Rumusan soal
A.Apakah tampilan aplikasi al-Qur’an termasuk mushaf ?
Jawab :

Tampilan tulisan Aplikasi al-Qur’an tidak termasuk mushaf tapi dihukumi sebagaimana mushaf al-Qur’an.



تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 2 / ص 131)
( وَ ) حَمْلُ وَمَسُّ ( مَا كُتِبَ لِدَرْسِ قُرْآنٍ ) وَلَوْ بَعْضَ آيَةٍ ( كَلَوْحٍ فِي الْأَصَحِّ ) ؛ لِأَنَّهُ كَالْمُصْحَفِ وَظَاهِرُ قَوْلِهِمْ بَعْضَ آيَةٍ أَنَّ نَحْوَ الْحَرْفِ كَافٍ وَفِيهِ بُعْدٌ بَلْ يَنْبَغِي فِي ذَلِكَ الْبَعْضِ كَوْنُهُ جُمْلَةً مُفِيدَةً وَقَوْلُهُمْ كُتِبَ لِدَرْسٍ أَنَّ الْعِبْرَةَ فِي قَصْدِ الدِّرَاسَةِ وَالتَّبَرُّكِ بِحَالِ الْكِتَابَةِ دُونَ مَا بَعْدَهَا وَبِالْكَاتِبِ لِنَفْسِهِ أَوْ لِغَيْرِهِ تَبَرُّعًا وَإِلَّا فَآمِرِهِ أَوْ مُسْتَأْجِرِهِ وَظَاهِرُ عَطْفِ هَذَا عَلَى الْمُصْحَفِ أَنَّ مَا يُسَمَّى مُصْحَفًا عُرْفًا لَا عِبْرَةَ فِيهِ بِقَصْدِ دِرَاسَةٍ وَلَا تَبَرُّكٍ ، وَأَنَّ هَذَا إنَّمَا يُعْتَبَرُ فِيمَا لَا يَسُمَّاهُ ، فَإِنْ قُصِدَ بِهِ دِرَاسَةٌ حَرُمَ أَوْ تَبَرُّكٌ لَمْ يَحْرُمْ ، وَإِنْ لَمْ يُقْصَدْ بِهِ شَيْءٌ نُظِرَ لِلْقَرِينَةِ فِيمَا يَظْهَرُ ، وَإِنْ أَفْهَمَ قَوْلُهُ : لِدَرْسٍ أَنَّهُ لَا يَحْرُمُ إلَّا الْقِسْمُ الْأَوَّلُ


تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 16 / ص 274)

وَيُكْرَهُ لِغَيْرِ حَاجَةٍ بَيْعُ الْمُصْحَفِ دُونَ شِرَائِهِ

حاشيتا قليوبي وعميرة - (ج 1 / ص 155(

قَوْلُهُ : ( وَحَمْلُ الْمُصْحَفِ ) وَهُوَ اسْمٌ لِلْمَكْتُوبِ فِيهِ كَلَامُ اللَّهِ تَعَالَى بَيْنَ الدَّفَّتَيْنِ كَمَا فِي الْحَدِيثِ ، وَالْمُرَادُ بِهِ مَا يُسَمَّى مُصْحَفًا عُرْفًا وَلَوْ قَلِيلًا كَحِزْبٍ ، وَلَا عِبْرَةَ فِيهِ بِقَصْدِ غَيْرِ الدِّرَاسَةِ

نهاية الزين صحـ 32

وَالْمُرَادُ بِالْمُصْحَفِ كُلُّ مَا كُتِبَ فِيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ بِقَصْدِ الدِّرَاسَةِ كَلَوْحٍ أَوْ عَمُوْدٍ أَوْ جِدَارٍ كُتِبَ عَلَيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ لِلدِّرَاسَةِ

B.Apa hukum membawa Hp (handpone) yang ada apliksasi al quran bagi orang yang berhadats ?

Jawab :

Apabila aplikasi itu aktif (menampilkan ayat al-Qur’an ) maka tidak boleh membawanya, jika tidak aktif maka boleh

تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 2 / ص 131)

( وَ ) حَمْلُ وَمَسُّ ( مَا كُتِبَ لِدَرْسِ قُرْآنٍ ) وَلَوْ بَعْضَ آيَةٍ ( كَلَوْحٍ فِي الْأَصَحِّ ) ؛ لِأَنَّهُ كَالْمُصْحَفِ


المجموع - (ج 2 / ص 68)

أما حمل الصندوق وفيه المصحف فاتفقوا على تحريمه

إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 81)

(قوله: لا حمله) أي لا يحرم حمله مع متاع، إلخ.


(قوله: والمصحف غير مقصود بالحمل) أي والحال أن المصحف غير مقصود بالحمل، أي وحده أو مع غيره.بأن كان المقصود به المتاع وحده أو لم يقصد به شئ. فظاهر كلامه أنه يحل في حالتين، وهما: إذا قصد المتاع وحده، أو أطلق.ويحرم في حالتين، وهما إذا قصد المصحف وحده، أو شرك.


wallohu a'lam